EMPAT LAWANG – Duka mendalam masih menyelimuti warga Dusun 2, Desa Lingge, pascakebakaran hebat yang meluluhlantakkan permukiman pada Rabu (22/4). Di tengah kondisi yang memprihatinkan, kehadiran Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah sekaligus penyemangat bagi masyarakat yang terdampak.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis siang itu turut dihadiri Wakil Bupati serta pimpinan DPRD. Suasana haru tak terelakkan saat rombongan menyapa langsung warga, mendengarkan keluh kesah, hingga memberikan dukungan moril kepada korban yang kehilangan tempat tinggal.
Dengan pendekatan yang humanis, Joncik Muhammad tampak membaur bersama warga di lokasi kebakaran. Ia tidak hanya meninjau kerusakan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat yang kini harus bertahan di tengah keterbatasan.
Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah daerah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok serta bantuan tunai. Joncik menegaskan pentingnya penyaluran bantuan yang transparan dan tepat sasaran, agar seluruh korban mendapatkan haknya secara adil.
“Kami hadir bukan sekadar melihat, tetapi memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah akan terus bersama warga melewati masa sulit ini,” ujar Joncik di hadapan para korban.
Ia juga mengingatkan agar proses distribusi bantuan memperhatikan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing keluarga, sehingga rasa keadilan benar-benar dirasakan.
Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius, mengingat kejadian serupa telah berulang hingga empat kali dalam beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut. Total 6 rumah hangus terbakar dan 3 lainnya mengalami kerusakan, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Meski begitu, kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat dinilai menjadi energi positif bagi warga untuk bangkit. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang di bawah kepemimpinan Joncik Muhammad menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya hadir saat kondisi normal, tetapi juga berdiri di garis depan saat rakyat menghadapi musibah.
Dari puing-puing yang tersisa, harapan perlahan kembali tumbuh—didorong oleh kepedulian, kebersamaan, dan langkah nyata pemerintah dalam menguatkan warganya.
