Jelang Muktamar NU 2026, GP Ansor Empat Lawang Ajak Warga Jaga Persatuan dan Tak Mudah Terprovokasi

Gp ansor, Muktamar42 Dilihat

EMPAT LAWANG – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dijadwalkan menggelar kegiatan inti Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Menyambut agenda nasional tersebut, Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Empat Lawang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kondusivitas.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Empat Lawang, H. Defi Albusyairi, mengatakan Muktamar NU merupakan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, mempererat kebersamaan, serta melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat.

“Kami berharap pelaksanaan Muktamar di Jombang nantinya berjalan dengan damai, kondusif, serta tidak terjadi perpecahan di internal Nahdlatul Ulama. Semangat persatuan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap proses yang berlangsung,” ujar Defi.

Ia juga menegaskan, PC GP Ansor bersama PCNU Kabupaten Empat Lawang telah mempersiapkan diri untuk mengirimkan peserta mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar sesuai dengan undangan yang diterima. Menurutnya, keikutsertaan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam mendukung suksesnya agenda nasional organisasi.

Lebih lanjut, Defi turut menyoroti dinamika yang berkembang di tengah masyarakat terkait berbagai isu nasional. Ia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Empat Lawang, agar tidak mudah terpancing oleh informasi maupun pemberitaan yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Empat Lawang, untuk tetap bijak menyikapi setiap informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang mengarah pada upaya memecah belah seseorang maupun golongan. Mari bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menurut Defi, semangat persaudaraan, toleransi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan nilai yang selama ini terus dijunjung tinggi oleh Nahdlatul Ulama dan GP Ansor. Karena itu, ia berharap Muktamar NU 2026 menjadi momentum memperkokoh soliditas organisasi sekaligus mempererat persatuan umat di tengah berbagai tantangan kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *