Empat Lawang – Malam puncak Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Kabupaten Empat Lawang yang seharusnya menjadi ajang prestasi dan kebanggaan generasi muda, justru diwarnai insiden yang memicu kekhawatiran publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya dua finalis diduga mengalami pingsan hingga kejang-kejang saat rangkaian acara hampir berakhir. Salah satu peserta bahkan harus segera dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa tersebut sontak menyita perhatian para tamu undangan dan penonton yang hadir di Gedung Serba Guna. Sejumlah pihak mempertanyakan kondisi kesehatan para peserta sebelum tampil pada malam grand final.
Diketahui, seluruh finalis sebelumnya telah menjalani masa karantina sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti apakah kondisi peserta yang pingsan dipicu oleh kelelahan selama karantina, kurangnya waktu istirahat, faktor kesehatan pribadi, atau kondisi ruangan yang dinilai panas dan pengap.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sistem pendingin ruangan terlihat terbatas. Hanya beberapa kipas angin yang digunakan untuk membantu sirkulasi udara di dalam gedung yang dipenuhi peserta, panitia, tamu undangan, dan penonton.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan panitia dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan para finalis selama acara berlangsung. Pasalnya, ajang yang melibatkan puluhan generasi muda itu semestinya tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Insiden ini juga memunculkan desakan agar Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang selaku pihak yang menaungi kegiatan memberikan penjelasan resmi kepada publik. Masyarakat menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan kegiatan, mulai dari masa karantina, kondisi kesehatan peserta, hingga fasilitas pendukung selama malam grand final.
“Jika benar ada peserta yang sampai pingsan dan kejang-kejang, tentu harus ada penjelasan terbuka. Jangan sampai keselamatan peserta terabaikan hanya demi suksesnya sebuah acara seremonial,” ujar salah seorang warga yang mengikuti jalannya kegiatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang terkait penyebab insiden tersebut serta bentuk tanggung jawab yang akan diberikan kepada peserta yang mengalami gangguan kesehatan
