Pertalite Langka di Empat Lawang, Owner SPBU Talang Banyu Angkat Bicara

Uncategorized40 Dilihat

EMPAT LAWANG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Empat Lawang dalam beberapa hari terakhir mulai menjadi kekhawatiran masyarakat, Sabtu 15/08/2026).

Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Tebing Tinggi. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena menyulitkan warga mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Owner SPBU di kawasan Talang Banyu, Kecamatan Tebing Tinggi, H. Budi Antoni Aljufri, mengatakan stok BBM yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Tebing Tinggi.

Menurutnya, dalam lima hari terakhir pihak SPBU menerima informasi adanya pengurangan suplai Pertalite dari Depo Lahat. Pengurangan tersebut disebut terjadi karena adanya keterbatasan pasokan dari pusat.

“Lima hari terakhir memang ada informasi untuk pengurangan suplai dari Depo Lahat, khusus untuk Pertalite. Informasinya memang Depo Lahat kekurangan dari pusat,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pengurangan suplai tersebut cukup signifikan. Sebelumnya, SPBU menerima sekitar 16 kiloliter (KL) Pertalite per hari. Namun, kini jumlah tersebut berkurang menjadi hanya sekitar 8 KL per hari.

“Perubahannya sangat signifikan, dari 16 KL menjadi 8 KL khusus Pertalite. Kalau solar tidak ada perubahan. Kalau yang 16 KL saja masih kurang, ini dijadikan 8 KL pengiriman per hari,” ujarnya.

Kondisi semakin sulit karena pengiriman BBM tersebut dilakukan pada sore hari. Akibatnya, sejak pagi hingga sore masyarakat harus menghadapi keterbatasan stok.

“Pengirimannya pun sore, sehingga dari pagi sampai sore tidak ada. Saya berharap Pertamina bisa melihat ini karena ini bicara masyarakat, kebutuhan masyarakat sangat luar biasa,” katanya.

Budi berharap Pertamina segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan pasokan tersebut, termasuk mengembalikan kuota seperti sebelumnya atau bahkan menambah jumlah suplai agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Saya selaku owner memohon maaf atas pelayanan beberapa hari ini sehingga ekonomi terganggu. Kita berharap mudah-mudahan Pertamina cepat menanggulangi ini, mengembalikan kuota kita. Kalau bisa kuota ditambah sehingga masyarakat bisa terlayani semua,” pungkasnya.

Kelangkaan BBM ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada pengendara, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM, terutama para pekerja dan pelaku usaha yang menggunakan kendaraan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *