Mundurnya Rohmansyah Dinilai Berpotensi Pengaruhi Kekuatan NasDem Pringsewu

PRINGSEWU56 Dilihat

Pringsewu – TIME IND – Pengunduran diri Rohmansyah dari keanggotaan Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Pringsewu dinilai berpotensi memengaruhi kekuatan politik partai tersebut di tingkat lokal. Rohmansyah merupakan kader senior yang telah lebih dari 12 tahun berkiprah dan selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan NasDem di Pringsewu.

Rohmansyah secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri pada Senin, (5/1/2026) kepada jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Pringsewu. Surat tersebut diterima langsung oleh Sekertaris DPD Partai NasDem Pringsewu Rusmanto dan selanjutnya akan diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem untuk diproses sesuai dengan ketentuan organisasi.

Selama bergabung dengan NasDem, Rohmansyah tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD NasDem Pringsewu. Selain itu, ia juga dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pringsewu selama dua periode, yakni 2014–2024. Dalam perannya tersebut, Rohmansyah terlibat aktif dalam penyusunan strategi politik partai, konsolidasi kader di tingkat kecamatan dan pekon, serta penguatan basis suara NasDem pada pemilu legislatif.

Baca Juga : Rohmansyah Mundur dari Partai NasDem, Ini Profil Lengkapnya

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pringsewu, Oki Bintang Arya Kesuma menilai, mundurnya Rohmansyah membawa dampak tersendiri bagi dinamika internal Partai NasDem Kabupaten Pringsewu.

Menurutnya, figur seperti Rohmansyah memiliki nilai strategis karena tidak hanya berperan sebagai pengurus struktural, tetapi juga sebagai penghubung antara partai dan masyarakat.

“Kehilangan tokoh senior biasanya akan berpengaruh pada stabilitas internal partai, terutama dalam hal koordinasi dan soliditas kader di lapangan,” ujar Oki.

Baca Juga : Rohmansyah Mundur dari NasDem Pringsewu Setelah 12 Tahun Mengabdi

Menurut Oki, kekuatan partai politik di daerah sangat dipengaruhi oleh figur dan jaringan sosial yang telah terbangun dalam waktu lama. Oleh karena itu, pengunduran diri tokoh berpengalaman berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap kekuatan partai, khususnya menjelang agenda politik berikutnya di tingkat daerah.

Meski demikian, bahwa dampak tersebut tidak bersifat mutlak kepada Partai NasDem Pringsewu sebab masih memiliki struktur kepengurusan, kader, serta peluang untuk melakukan regenerasi kepemimpinan.

“Jika dikelola dengan baik, kondisi ini justru bisa menjadi momentum pembenahan internal dan penyegaran organisasi,” ujarnya.

Baca Juga : Tips Menjadi Petani Muda, Peluang Besar di Tengah Tantangan Zaman

Ditambahkan Oki, meskipun tidak lagi berada dalam struktur partai, pengaruh Rohmansyah di tengah masyarakat Pringsewu diperkirakan masih cukup kuat. Hal ini membuka kemungkinan munculnya dinamika politik baru, baik dalam bentuk peran sosial maupun dukungan terhadap agenda-agenda pembangunan daerah di luar jalur partai politik.

“Ke depan, NasDem Pringsewu dihadapkan pada tantangan untuk menjaga soliditas internal serta memastikan transisi kepemimpinan berjalan efektif. Langkah konsolidasi dinilai menjadi kunci agar partai tetap mampu mempertahankan kepercayaan publik dan posisi politiknya di Kabupaten Pringsewu,” Tutupnya.

Sementara itu, Rohmansyah menyatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan keputusan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang. Ia mengaku ingin lebih fokus pada aktivitas di luar partai politik, termasuk kegiatan sosial dan usaha, Meski telah resmi mundur dari keanggotaan NasDem, Rohmansyah menyampaikan tetap menjalin komunikasi baik dengan rekan-rekannya di partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *