Wagub Lampung Tinjau Jalan Rusak di Ambarawa, Bupati Pringsewu Dorong Peran CSR Percepat Perbaikan

Lampung23 Dilihat

Pringsewu – TIME IND – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung penanganan reaksi cepat ruas jalan provinsi di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Selasa (24/2/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Bumi Jejama Secancanan, khususnya pada ruas Pringsewu–Pardasuka.

Jihan menjelaskan, terdapat dua titik penanganan pada ruas jalan provinsi tersebut. Total panjang penanganan di wilayah Pringsewu mencapai 3,8 kilometer, sementara pada ruas Pardasuka–Pringsewu dilakukan penanganan sepanjang 600 meter.

Baca Juga : Safari Ramadhan ke Pringsewu, Wagub Lampung Puji Kinerja Bupati Riyanto

“Untuk ruas Pardasuka–Pringsewu ini sepanjang 600 meter. Saat ini masih dilakukan penanganan sementara melalui Unit Reaksi Cepat (URC), dan insya Allah pada bulan Maret akan dilakukan penanganan rigid,” ujar Jihan kepada awak media.

Ia menjelaskan, penanganan di ruas 600 meter tersebut terbagi dalam tiga segmen. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan sementara melalui URC sambil menunggu pekerjaan permanen dimulai.

“Semua penanganan di ruas provinsi ini dimulai dari penanganan sementara melalui URC, kemudian penambalan sementara, dan penanganan permanennya akan dimulai bulan Maret,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jihan juga menanggapi aksi warga yang sempat menebar ikan lele di jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak.

“Itu bagian dari aspirasi masyarakat. Kreativitas mereka dalam mengekspresikan aspirasi menjadi momentum bagi kami pemerintah untuk bekerja lebih giat lagi,” katanya.

Baca Juga : Safari Ramadan Perdana di Ambarawa, Bupati Pringsewu Dengarkan Langsung Aspirasi Warga

Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas yang turut mendampingi peninjauan bersama Wakil Bupati Umi Laila, mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu percepatan penanganan jalan rusak.

Menurut Riyanto, keterbatasan anggaran pemerintah membuat kolaborasi dengan pihak swasta menjadi penting, terutama untuk penanganan cepat pada titik-titik jalan dengan kategori parah dan sangat parah.

“Ada URC, kami juga ada URC. Walaupun tentu jalan provinsi relatif kecil dibanding jalan kabupaten. Tapi kami berusaha bagaimana jalan-jalan yang kategori parah dan sangat parah bisa segera ditangani supaya masyarakat lebih nyaman menghadapi Lebaran ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain bersumber dari anggaran yang telah dialokasikan, dukungan CSR sangat membantu dalam penyediaan material maupun kebutuhan teknis di lapangan.

“Tentu masyarakat yang mau menyumbangkan material sangat membantu. Pengusaha-pengusaha di sekitar ruas jalan tersebut juga kami ajak berpartisipasi,” katanya.

Riyanto menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar penanganan jalan tidak hanya bergantung pada APBD. Terlebih, kerusakan jalan kerap dipicu persoalan drainase dan genangan air yang membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan kerusakan lebih luas.

Ia berharap semakin banyak perusahaan di Pringsewu yang aktif menyalurkan CSR untuk infrastruktur dasar, termasuk perbaikan jalan dan normalisasi drainase, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Atas nama pemerintah daerah, ini momentum bagi kita semua, pemerintah dan dunia usaha, untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang ada,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung memastikan penanganan jalan provinsi di wilayah Ambarawa dan sekitarnya menjadi prioritas guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.