Angkon Muakhi, Bupati Pringsewu Terima Gelar Khaja Pengayom Negara Pamungkas

PRINGSEWU71 Dilihat

Pringsewu – TIME IND – Hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan masyarakat adat kian diperkuat melalui prosesi adat Angkon Muakhi yang digelar oleh Penyimbang Adat Lampung Saibatin Pardasuka.

Dalam upacara tersebut, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny. Hj. Rahayu Riyanto Pamungkas secara resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Saibatin.

Prosesi adat berlangsung khidmat di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi penanda pengukuhan keduanya dalam tatanan sosial adat setempat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu dianugerahi adok Khaja Pengayom Negara Pamungkas, sementara Ketua TP-PKK menerima gelar adat Raden Ayu Permata.

Upacara adat yang diawali dengan arak-arakan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan sarat makna simbolis. Angkon Muakhi dimaknai sebagai ikatan persaudaraan yang menegaskan nilai saling menjaga, menghormati, dan membantu dalam kehidupan bermasyarakat, sebagaimana filosofi luhur adat Lampung.

Baca Juga :Aksi Pencurian di Pringsewu Terungkap Usai Motor Korban Muncul di Media Sosial

Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para penyimbang adat Saibatin Pardasuka.

“Tradisi Angkon Muakhi merupakan wujud kearifan lokal Lampung yang menegaskan nilai persaudaraan, saling menghormati, dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai adat tersebut sangat relevan dengan semangat pembangunan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai fondasi moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis,” kata Bupati.

Baca Juga : Patroli Gabungan Nataru, Kapolres Bersama Forkopimda Cek Misa Natal Di Gereja Santo Yusup Pringsewu

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berakar pada kearifan lokal.

“Nilai-nilai luhur adat Lampung menjadi penguat dalam mewujudkan pembangunan yang berbudaya dan berkeadaban,” tambahnya.

Melalui momentum ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam mendorong terwujudnya Pringsewu yang makmur dan berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *