Pencarian ABK KM Maulana 30 Resmi Dihentikan Pada Hari ke 7

Lampung129 Dilihat

Lampung – Tintamerahindonesia – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung resmi menghentikan operasi pencarian terhadap delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang dilaporkan hilang pasca kecelakaan kapal terbakar di perairan selatan Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Jumat (26/12/2025).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung Deden Ridwansah, S.Sos. menyampaikan dukacita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang dialami oleh KM Maulana 30 yang terbakar di Perairan Belimbing Prov. Lampung. Penghentian operasi dilakukan setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian intensif selama tujuh hari dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Baca Juga : Modus Pura-pura Belanja, Tiga Pengutil Gasak Toko Kosmetik di Pringsewu

“Operasi SAR telah dilaksanakan sesuai dengan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction. Namun hingga hari ketujuh, korban belum ditemukan,” ujar Deden.

Pada hari ke 7 operasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan koordinasi sejak pagi hari sebelum melakukan pencarian di area seluas 142 nautical mile persegi. Pencarian dilakukan menggunakan KN SAR 224 Basudewa dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan.

Tim juga melakukan penyisiran sepanjang pesisir Tampang hingga wilayah Way Bangik dan Teluk Kiluan. Namun hingga sore hari, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan ABK KM Maulana 30 yang masih dalam status dalam pencarian.

Baca Juga : Libur Nataru, Polisi Jaga SPBU hingga Obyek Wisata di Pringsewu

“Setelah berkoordinasi dengan Saiful Umam (pihak keluarga korban), operasi SAR kecelakaan kapal KM Maulana 30 resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Deden.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 33 orang di atas kapal, sebanyak 25 orang berhasil selamat, sementara delapan orang dinyatakan hilang. Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melibatkan unsur Basarnas, TNI, POLRI, Kementerian KKP, potensi SAR serta relawan.

Kantor SAR Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, instansi terkait, serta masyarakat yang telah membantu pelaksanaan operasi pencarian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *